Thursday, 31 December 2009

Kisah Maryam dan Al-Quran

Bismillah..

Assalam. utk mengisi blog ini dgn post. ana bg satu kisah. tp x tau ni cite betul ke x. dan post ni agak pnjg.penat nk taip.so baca je la pnjg2. sbb x ley nk wt bersiri.

Ada seorang pemuda di pdg pasir. Dia tgh jln2 kt situ. Namanya..Mubarak. die terjumpa seorg wanita tua.wanita ni kira dah tersesat la. bila mubarak tanya wanita itu, wanita tua tu dia jwb guna Alquran.

So, mubarak pon tanya arr."Ibu sudah makan atau belum?"
Maka wanita itu menjawab." sempurnakanlah ibadah puasa itu sampai malam."
Mubarak: "sekarang bukan bulan Ramadhan?"
Wanita tua: "sesiapa sahaja yg berbuat baik maka sesungguhnya Allah maha mensyukuri, maha mengetahui."(02:158)

pastu mubarak pon tau yg wanita tu mmg kuat berpuasa.Kemudian..
Mubarak: "berapa lama agaknya ibu tersesat jalan?"
Wanita tua: "sudah cukup 3 malam"(

Mubarak tanye lg: "bagamana ibu solat?"
Wanita: "jika kamu tidak peroleh air, hendaklah kamu bertayamum dgn tanah yg baik"(04:43)

Mubarak tanya lg: "siapa nama ibu?"
Wanita: "Wahai Mariam! Taatlah olehmu bagi Tuhanmu dan sujudlah olehmu dan rukuklah olehmu bersama orang-orang yang rukuk."(03:43)

so nama wanita tua tu Maryam. mubarak tye lg.

Mubarak: "berapakah umur ibu?"
Maryam: Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu sebaik-baik teladan bagi kamu (untuk diikuti)".(33:21)

then, mubarak tahu yg maryam tua tu umur dia 63 tahun.

Mubarak: tidakkah ibu berasa sedih/takut berjalan seorg diri kat pdg pasir ni?"
Maryam: jgn engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita"(09:40)

Mubarak: "sudikah ibu naik ke atas unta saya?"
Maryam: "sesungguhnya Allah tidak akan mensia-siakan pahala org yg berbuat baik"

kisah selanjutnya..xyah cite ar. cuma nk cte bhawa Al-Quran itu bukan utk dihafal.tp di amalkan jugak. so klu kita bercakap kuar Ayat Quran. x de la lagi perkataan2 yg x sepatutnya.

tu sahaja kot. Assalam.

Saturday, 26 December 2009

cadangan.


salam.banin.duet banin kelas intisor banyak agi kan?
so.cadangan je.jum main paintball.jum jum.hee.
rapatkan ukhuwwah yang dulu maybe cam xrapat sgt kan.hee.
jumjum.gune duet kelas lah.hee.cadangan satu ag.maybe kita buleh
tetapkan setahun kene byr bpe sorang banin.mcm duet kelas lah.wlupun
kelas nih dh tade.kumpul mcm batch la.nanti kalu nk bwt program ke,
mcm reunion ke,main paintball ke,main futsal ke(bukan free ke pi?;p)
apeape la.mane tw kan.nanti dh besar.dah kawin*xpasalpasal.
nak buat reunion ke.sng ckit.tak kelamkabut sgt nk crik duet ke hape.
hee.cadangan je.hee.
wassalam
saif ckp dia xsbr dh nk main paintball;p

Sunday, 6 December 2009

Uwais Al-Qarni-Kisah Seorang Tabi'in

Assalamualaikum..!

post ni just utk mengupdate blog yg dh berhabuk ni. dan ana pon kopi paste je. tp insya allah ada pengajaran yg ley ambil dr kisah ini. Secara ringkas, Uwais Al-Qarni hidup di zaman Rasulullah tetapi x penah jumpa ngan baginda. Beliau hanya sempat berjumpa dgn Khalifah Umar Al-Khattab. Dan x silap ana Nabi s.a.w penah bersabda bhw bila Si Penghuni Langit ini berdoa, maka doa die akan dimaqbulkan Allah.
So,baca lah kisah die.

KISAH UWAIS AL QORNI (PEMUDA YANG BERBAKTI KEPADA IBUNYA)

Pada zaman Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais Al-Qarni mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau.Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais Al-Qarni untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon izin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nab, segeralah engkau kembali pulang.”

Betapa gembiranya hari Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa mnyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sampbil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia ?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdulla, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Wajah Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta doa pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

ini la makam Uwais Al-Qarni..>>>

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni ? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Cuma tu je kot kisah die yg ana dpt kopi paste. moga memberi manfaat kpd kita

salam alaik.

Sunday, 8 November 2009

YOur OPIniaN!

.assalaamualaikum.salam sejahtera diucapkan.

saya,Muhd.Khair,bendahari 3 Intisor yg rajin mengutip duit(lom abes kutip pn..sengihnampakgigi)
terpanggil untuk bertanyakan kpd seluruh warga Intisor untuk mencadangkan apa yang sewajarnya kita lakukan dengan duit kelas yang ade sekarang ini fikir.
buat pengetahuan semua duit kelas yang ada ditangan saya sekarang ini ialah sebanyak rm190+hampir2 200 rm.tu duit daripada banin sahaja la..itu pon ade yg lom habes bayar.
yang banat saya tidak tahu.
jadi kalau nak ikutkan kita ada dlm 400+ kalau dcampur hasil kutipan dari kedua-dua belah pihak.so persoalannya kita nak buat ape dgn duit sebanyak itu??saya perlukan cadangan drpd warga Intisor yg tercinta.selepas dicadang bolehlah kita bawa berbincang.

sekian terima kasih.

*buat insan2 yang lom habes bayar tolong bayar sblm 13 nov.harap maklum.

Saturday, 17 October 2009

Jawapan utk PMR 09 SEJARAH

bismillah..
ana nk bekongsi skema jwpn yg ana terima dr kwn sekelas ana.de kate skema jwpn ni ckgu skola Kangkar pulai buat..so kite blh anggarkn la bape markh sejarah yg mungkin kite dpt..insyaAllah.

1.C 2.B 3.A 4.B 5.B 6.A 7.D 8.C 9.C 10.B

11.C 12.A 13.D 14.B 15.D 16.C 17.C 18.B 19.A 20.C

21.B 22.D 23.D 24.A 25.B 26.C 27.B 28.D 29.A 30.D

31.B 32.A 33.D 34.C 35.D 36.D 37.B 38.D 39.D 40.D

41.A 42.C 43.B 44.D 45.A 46.B 47.D 48.C 49.A 50.B

51.C 52.A 53.A 54.C 55.A 56.C 57.A 58.B 59.A 60.C

SEKIAN.SMOGE BERJAYA!
p/s:jgn risau!kks ade.. doa shj.

Friday, 16 October 2009

PendustaAgama

salam alaikum. post kali ni ana nak ceritakan sikit psl org2 yg dianggap sbg pendusta agama..

antara org2 yg boleh dikira sbg pendusta agama:

1-mereka yg membaca al-quran utk mendapatkn untung drpd manusia.

“Bacalah al-Quran dan mintalah daripada Allah (pahala), kerana selepas kamu akan ada kaum yang membaca al-Quran dan meminta (upah) daripada manusia”
(Riwayat Ahmad dan al-Tirmizi, dinilai hasan oleh al-Albani).

perkara ni sudah direalisasikan umat islam pd zaman ini.

2-mereka yang menampil watak ‘agama’ tetapi sebenarnya penjenayah agama. Antara yang terkenal ialah Abu ‘Ismah Nuh bin Abi Maryam yang mencipta hadis-hadis maudhu'/palsu kononnya kerana ingin mendapat pahala dengan diadakan hadis-hadis fadilat itu dan ini khususnya tentang surah-surah al-Quran.

Kata seorang tokoh pengkaji hadis, Dr. Hammam Sa`id:

“Telah zahir golongan ahli ibadat, zuhud dan nussak (penumpu penuh ibadah). Kejahilan dan kebodohan mereka telah membawa mereka mencipta hadis-hadis palsu dalam fadhilat-fadhilat amal, fadhilat surah-surah al-Quran dan solat-solat sunat, untuk menggalakkan orang ramai beramal. Seperti juga mereka mencipta hadis-hadis palsu dalam menakut orang ramai terhadap maksiat. Mereka menyangka mereka telah membela Islam. Golongan yang jahil ini tidak tahu bahawa pendustaan ke atas RasululLah s.a.w boleh menurunkan mereka ke dalam tingkatan-tingkatan yang paling bawah dalam neraka jahannam”

(Hammam `Abd al-Rahim Sa`id, Al-Tamhid fi `Ulum al-Hadith, m.s. 140, Jordan: Dar al-Furqan).

jadi..bila kita dh tahu benda2 ni, harapnya kita x terlibat dlm aktiviti2 negatif ni sbb perkara ni yg menyebabkan kejatuhan islam pd suatu ketika dahulu. dan klu jadi pendusta agama/pendusta rasulullah x lain x bukan tempat die kat neraka.

“Sesungguhnya berdusta ke atasku (menggunakan namaku) bukanlah seperti berdusta ke atas orang lain (menggunakan nama orang lain). Sesiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, maka siaplah tempat duduknya dalam neraka”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

sekian, terima kasih.

salam alaikum.

Tuesday, 13 October 2009